Type something and hit enter

Pages


Setiap orang tentu memiliki tahi lalat. Umumnya, tahi lalat tidak berbahaya. Tahi lalat merupakan kumpulan sel-sel warna melanosit yang muncul di kulit dan umum dimiliki semua orang. Namun, penting untuk memerhatikan jumlah tahi lalat yang ada pada tubuh Anda. Pasalnya, menurut hasil penelitian, jika ada sepuluh tahi lalat atau lebih di lengan kanan, berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit.

Meski sebagian besar tahi lalat memang tak menandakan masalah yang serius, tapi ia bisa berubah menjadi kanker. Dan, orang dengan lebih dari seratus tahi lalat di tubuhnya diketahui meningkatkan risiko melanoma hingga sepuluh kali lipat! Melanoma adalah bentuk paling mematikan dari kanker kulit.


Sayangnya, gaya hidup masa kini di mana tanning buatan yang dilakukan di salon dan berjemur di bawah matahari kian umum, memicu melanoma lebih mudah terjadi. Dibandingkan dengan tahun 1970 lalu, kini pasien dengan melanoma bertambah lima kali lipat atau sekitar 2.000 orang per tahun.

Melanoma banyak terjadi pada seseorang yang memiliki kulit putih dan rambut merah. Faktor lain adalah sengatan matahari langsung. Namun, para peneliti dari King College London mengatakan bahwa jumlah tahi lalat seseorang juga menentukan risiko melanoma pada seseorang.

Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin besar jumlah tahi lalat di tubuh, semakin besar resiko melanoma, atau kanker kulit. Para ilmuan King College London berharap temuan ini bisa membantu dokter lebih mudah mengidentifikasi pasien yang beresiko kanker.

Dikutip dari situs medindia.net, pada Selasa (20/10/2015), peneliti mempelajari 3.594 anak kembar perempuan Kaukasia, menggunakan data yang dikumpulkan selama periode delapan tahun. Setiap orang menghitung tahi lalat di 17 area tubuh. Latihan ini kemudian diulang pada sekelompok 400 pria dan wanita dengan melanoma.

Dalam studi yang dipublikasi di British Journal of Dermatology, wanita yang punya tujuh tahi lalat di tangan kanannya disebut punya risiko sembilan kali lebih besar memiliki 50 tahi lalat di sekujur tubuh. Sementara itu mereka yang punya lebih dari 11 tahi lalat pada tangan kanannya lebih berisiko memiliki 100 tahi lalat di sekujur tubuh.

Hitungan sederhana tersebut dikatakan peneliti dapat membantu dokter umum mengidentifikasi siapa saja yang berisiko.

"Temuan ini bisa memiliki dampak yang signifikan, yang memungkinkan dokter untuk lebih akurat memperkirakan jumlah total tahi lalat pada pasien dengan sangat cepat lewat bagian tubuh yang mudah diakses," kata penulis utama riset, Simone Ribero, dari departemen penelitian anak kembar dan epidemiologi genetik di King's College.

"Hal ini berarti lebih banyak pasien berisiko melanoma dapat diidentifikasi dan dipantau," pungkas Ribero. Studi ini diterbitkan dalam British Journal of Dermatology.

Meski yang digunakan untuk prediksi adalah tahi lalat di tangan kanan, kanker kulit dapat berkembang di sekujur tubuh. Perhatikan besar, warna, dan tekstur tahi lalat normal dan konsultasi ke dokter bila terjadi perubahan yang cepat pada tahi lalat tersebut.